berbagi informasi tentang hal-hal yang menarik

9 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

9 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar



Cara-Efektif-Mencegah-Tawuran-antar-Pelajar

Tragisnya generasi negeri tercinta ini, bukannya prestasi mereka yang terdengar riuh dipemberitaan media media, akan tetapi TAWURAN ANTAR PELAJAR, pelajar SMA, SMP, bahakan siswa SD, yang lebih memalukan banyak juga tawuran yang terjadi antar mahasiswa [PARAH], antar fakultas satu almamater.

Saya bisa bilang ada sedikit kata wajar seandainya pertikaian [bahasa lain dari tawuran] terjadi antar desa, dusun, atau antar SUKU, seperti yang juga tidak kalah marak di berbagai stasiun tv saat ini, karna saya yakin sebagian besar dari mereka adalah [mohon maaf] orang awam dan tidak berpendidikan dan lebih mudah terpropokasi. Sedangkan kita....

Di sekolah, di kampus, kita diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan etah itu ilmu agama, pancasila, dan beberapa mata pelajaran sosial lainnya yang saya rasa jika kita amalkan, tidak akan pernah ada istilah yang namanya TAWURAN PELAJAR.
Terus,,apa yang salah dengan pola pendidikan kita? Apa yang salah dengan linkungan kita, Apa yang salah dengan negeri ini, bangsa ini, sehingga seakan semua ilmu yang kita timba di sekolah sekolah seperti hilang tak berbekas atau Apakah guru-guru yang menjadi panutan kita dulu doyan tawuran juga? entahlah....

Saya memang bukan seorang guru atau dosen[walaupun dalam beberapa bidang saya juga seorang pengajar], dan saya juga bukan seorang pengamat sosial, tapi berikut adalah 9 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar, yang saya karang-karang sendiri, tentunya berdasarkan pengalaman hidup, karna saya juga pernah merasakan ego-nya jiwa masa masa SMA/SMU dan solidnya persatuan ketika menjadi seorang mahasiswa, dan Alhamdulillah saya tidak pernah ikut tawuran pelajar, ataupun tawuran mahasiswa, bukan karna saya seorang pengecut atau karna tidak pintar berkelahi.


Berikut adalah tips terhindar dari tawuran pelajar, terutama siswa SMA, SMP/sederajat
  1.  Bekali diri dengan pengetahuan agama sebanyak-banyaknya. Di sekolah memang kita diajarkan juga pelajaran Agama, tapi spaling lama 2 jam seminggu, belum dibarengdi dengan maen-maen, dan juga pelajaran Agama disekolah lebih terfokus ke Nilai akhir ketika ujian (ahlak mah jauh), mungkin karna faktor inilah (kurangnya kesadaran beragama para siswa ) yang membuat para pelajar tidak punya pegangan untuk bisa menahan diri dalam pergaulan antar siswa. Ini juga bisa menjadi pesan serius untuk para orang Tua, untuk jangan hanya mengarahkan anak anak mereka untuk berprestasi dalam pelajaran-pelajaran dunia saja, akan tetapi harus diimbangi dengan prestasi ahlak dan budi pekerti dengan mengarahkan anak anak mereka untuk belajar agama di luar waktu sekolah
  2. Pengawasan orang Tua. Tidak perlu menyewa intelegen khusus untuk melakukan tugas ini. Dengan menjalin komonikasi yang baik dengan anak, saya yakin sudah cukup membentengi anak dari pengaruh negatif lingkungannya.
  3. Mengikuti kegiatan tambahan di sekolah. Mengikuti kegiatan kegiatan luar sekolah saya kira sangat ampuh untuk menyalurkan energi berlebih pada diri siswa. Jika boleh kasih saran sama orang tua [jika ada yang kebetulan baca] masukkan anak-anak anda ke kegiatan luar sekolah seperti Bela Diri, bukan untuk mengajar mereka berkelahi (walaupun sebenarnya wajib diajarkan), akan tetapi menurut pengalaman saya pribadi, semakin pinter seseorang berkelahi, semakin ingin mereka menjauhi perkelahian tersebut. Cerita dikit, saya belajar bela diri sudah hampir 10 tahun lamanya, tepatnya beladiri kung fu, tapi semakin lama saya belajar, saya semakin takut untuk terlibat dalam perkelahian, terutama perkelahian fisik, begitupun juga dengan sifu sifu saya, mereka nyaris tidak pernah ikut perkelahian, walaupun ada beberapa tapi sebatas pembelaan diri saja. Dan saya kira jika anda sudah pernah belajar beladiri (bukan yang setengah setengah, karna biasanya yang belajar setengah setengah sering membuat ulah) anda sudah faham akan hal tersebut, karna ILMU PADI berlaku juga di sini.
  4. Jangan mudah terprovokasi. teliti, cermati dan gali setiap informasi yang kita dengar, dan kita lihat, sebelum mengambil tindakan terhadap permasalahan tersebut.
  5. Pengawasan sekolah. Sekolah bisa saja membuat aturan aturan khusus kepada siswanya untuk bisa meminimalisir terjadinya ketegangan siswa antar sekolah, Terutama buat sekolah sekolah yang jaraknya berdekatan.
  6. Hindari nongkrong habis pulang sekolah. Nongkrong habis pulang sekolah sering menjadi pemicu awal terjadinya pertikaian antar sekolah. Jika suatu kelompok siswa bertemu dengan kelompok siswa dari sekolah lainnya, rentan sekali terjadi gesekan gesekan yang bisa memicu tawuran antar pelajar.
  7. Jalin silaturrahmi antar sekolah, bisa dengan cara mengadakan pertandingan pertandingan olah raga antar sekolah. TAPI..........Perlu menjadi catatan, sangat tidak di anjurkan melakukan pertandingan antar sekolah untuk oleh raga yang bersentuhan langsung dengan para pemainnya, seperti sepak bola contohnya, karna menurut pengalaman, berawal dari cidera pemain yang tersenggol pemain lawan, timbul ap-api dendam dalam diri siswa untuk melanjutkan pertandingan tersebut ke arena tawuran.
  8. Pesan untuk pemerintah daerah. Pembangungan sekolah sekolah jangan sampe terlalu berdekatan lah, supaya tidak mudah terjadi gesekan antar pelajar nantinya.
  9. Awasi kendaraan yang digunakan Siswa. Pengalaman kenalpot motor siwa banyak yang suaranya membludak memekakkan telinga (maklum jiwa alay masih sangat kuat ) dan ketika yang mpunya motor melewati kawanan siswa dari sekolah lain, sering ada yang tersinggu (padahal cuman lewat doang) dan dari sana juga sering timbul pertikain.




share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 15.06 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar